Belenggu Cinta

Saat kita sendiri, bebas menentukan mau kearah mana kita akan beranjak, terserah kita, namun kita mengenal batas, yaitu nilai dan norma-norma agama.

Laun waktu menginjak langkah pengenalan cinta. Benih-benih cinta tumbuh, saling mengikat janji, hingga melangkah kejenjang yang lebih sakral, yaitu pintu pernikahan.

Awalnya terasa berbunga-bunga manis, dihiasi api cinta dan cemburu. Siapa yang tidak ingin dicemburui oleh pasangannya, itu merupakan pertanda saling mencintai, namun jika itu melampau batas, terkadang ini menjadi pintunya antara moral dan pikiran bermain, akhirnya menjadi pintu jalan syetan.

Perlu disadari, ada norma agama yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, jangan sampai kita melupakan itu. Kuncinya sama-sama harus berpegang pada pedoman yang telah ditetapkan Allah SWT dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, pasti akan selamat dari rayuan dan bujuk syetan.

Memang iblis dalam pengingkaran penciptaan manusia, iblis bersumpah akan selalu menggoda manusia dari setiap sudut, kecuali atas dan bawah.

Belenggu cinta tak kan terjadi jikalau sama-sama mengerti dan faham hak dan kewajibanya akan setiap kodratnya. Tentunya belenggu cinta jangan sampai kehilangan cinta terlebih keharmonisan hidup kebersamaan, hingga akhir perjalan dunia dan akhirat.

Yuk.. sekarang kita saling mengerti dan memahami siapa kita, apa kodrat kita, untuk apa kita diciptakan.

This entry was posted in Inspirasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s